Elgin: “That’s where I really failed your mom,” he said. “She was an artist who had stopped creating… “
The words above are quoted from Where’d You Go Bernadette novel.
I’m not calling myself an artist, but somehow i can feel what Bernadette feel when she didn’t create something. And, since i’m almost near my holiday and to make the holiday to be more productive, i plan to have this daily project of making some design, doing some coding, and more :p
When i finally create something like this graphic design, this kind of activity give me happiness, for myself at least. Hope my designs bring happiness to your day, too! :D
Kali ini saya mau cerita tentang achievement unlocked yang baru terjadi haha. Jadi, semester ini saya ada mata kuliah wajib pengembangan aplikasi mobile. Denger-denger dari cerita kakak tingkat yang ambil matkul ini tahun lalu sih, tugasnya cuma sampai business plan. Eh ternyata.. yang tahun ini sampai jadi prototype game-nya yang artinya saya harus ngoding..
.
.
.
sendirian.
Udah lupa dengan perkodingan yang ada matkulnya pas awal-awal, rasanya udah lama banget! Ada sih semester kemarin, tapi itu scripting. Scripting itu ga sama dengan programming dan saya masih cenderung lebih suka scripting daripada programming. Jadi, bisa lah dikit-dikit ngetik code (biar ga kalah sama Karlie Kloss :p )
Kok bisa sih ada orang kaya gini.... (sumber: time.com)
Nah, terus gimana dong dengan tugas prototype ini. Udah dari awal rada males gitu kan sama kuliahnya karena satu dan lain hal (ini sebaiknya tidak dicontoh), tapi harus dikerjain juga. Dan karena temen-temen saya banyak yang bikin game pakai Unity, yaudah saya juga bikin pakai Unity. Biar kalau stuck ga tau harus ngoding apa, bisa minta bantuan teman-teman hehe~ Lagipula, Unity ini udah banyak dipakai buat bikin aplikasi mobile. Lumayan lah belajar pakai Unity dari sekarang, kali aja bisa kepakai buat nanti-nanti.
Berhubung saya tidak terlalu antusias untuk melakukan coding, saya merancang biar game saya ga perlu codingan yang ribet-ribet. Asal game-nya jadi dan bisa didemokan ke dosen aja udah cukup. Alhasil, saya membuat game kuis yang memang kodingannya itu-itu aja dalam waktu 2-3 hari (iya, ini ngerjainnya agak deadliner hehe). Ga full 2-3 hari juga sih, karena ngerjainnya juga disela dengan ujian dan persiapannya dan kegiatan-kegiatan lain. Itu pun bisa jadi cepet karena didukung bantuan teman-teman STI yang jago-jago dalam urusan perkodingan haha
Setelah coba-coba dan berpusing-pusing dengan Unity, Alhamdulillah prototype game saya kelar juga *nangis terharu*. Kesan setelah menggunakan Unity dan prototype game-nya jadi: Unity sebenarnya cukup menyenangkan (tidak semenyeramkan bikin game buat matkul PTI atau alstruk dulu) karena yang saya lakukan kebanyakan adalah drag and drop dari gambar yang udah jadi terus ditambahin fungsi, Ada juga fitur animasi kaya di after effect gitu. Awalnya emang bingung sih cara pakainya, tapi setelah diajarin teman akhirnya bisa juga haha. Saya belum jago sih, tapi hal ini menarik untuk dilanjutin, mungkin setelah ngoprek lebih dalam lagi (kapan ya? haha)
Dan ini adalah beberapa print screen dari game saya. Yup, bagi yang tau serial Doctor Who, latar game ini memang terinspirasi dari sana, cuma inti permainannya ya kuis tentang apa aja sih. Boleh lah ya masukin unsur Doctor Who, biar tambah semangat ngerjain tugasnya hehe
Scene pertama
Bagian kuisnya
Kalau udah menang, nanti berhasil kembali ke bumi
Oke, sekian tulisan dari saya. Semoga bermanfaat :D
Pesan dari Karlie Kloss:
"It doesn’t matter if you’re a fashion model or high school student, understanding code is so important because it’s the language that runs our world! Young women are shaping the world we live in and code is a tool for us to continue to have a big voice and say in our future."
Minggu ujian kali ini berhasil bikin saya kangen sama IC (MAN Insan Cendekia). Kangen suasanya yang tenang dan lengang kalau lagi minggu ujian, kangen permadani masjid (perpustakaan) yang sering dipakai belajar sambil nunggu adzan atau belajar bareng habis isya, kadang buat tidur juga (keuntungan jadi murid cewe kalau shalat di lantai bawah). Kadang juga kalau ujiannya selesai zuhur, terus habis ujian, shalat zuhur, terus ga langsung balik ke asrama, tapi di permadani dulu, habisnya adem sih hehe
Terlebih lagi saya kangen sama teman-teman, terutama sama temen-temen kamar 101H dan divisi jurnalistik :)
Karena berada di Insan Cendekia adalah takdir.
Bertemu dengan teman-teman, guru-guru, kakak-kakak, dan adik-adik yang hebat di Insan Cendekia adalah takdir.
Selama tiga tahun menjalin silaturahmi, menjalin hati, membangun kekeluargaan, membentuk kekompakkan...
dengan hati
dan hasilnya? :)
Saya rasa, merekalah teman-teman sejati :)
-maryamzk
(dikutip dari tumblr, tapi saya lupa linknya hehe)
Masa-masa di IC yang penuh kenangan, tapi rasanya 3 tahun udah cukup. Lagipula sepertinya kalau diulang pun, rasanya ga akan sama. Precious time :)) Alhamdulillah~
Semester 6 ini saya mengikuti kelas Keamanan Informasi. Salah satu tugasnya adalah membuat steganografi. Tugas ini udah dikasih dari beberapa minggu yang lalu, tapi saya belum kepikiran mau buat yang kaya gimana. Baru hari ini dapet ide dan untungnya tugas ini baru dikumpulin minggu-minggu ini. Hal yang membuat saya excited ketika bikin steganografi ini adalah karena saya bisa bermain-main dengan warna :D
Ini steganografi yang saya buat:
Pesan rahasianya adalah "Beasiswa dibatalkan". Untuk cara bacanya silahkan dicari sendiri :D
Bermula dari menonton film Whiplash yang mengingatkan saya ke masa-masa lomba di IC, saya jadi pengen berbagi sedikit cerita saya di sini
Waktu itu lomba saya di bidang fisika. Iya, ceweknya dikit banget di fisika, ditambah lagi dari keseluruhan anggota tim lomba (semua mata pelajaran) ceweknya cuma dikit. Kalau buat bidang fisika aja, saya satu-satunya cewek di tim. Kan di tim fisika ceweknya dikit, emang ga takut/serem jadi cewek sendiri? Niat saya kan buat cari ilmu (di luar kelas), lagian dari semua bidang saya maunya fisika (daripada bidang lain). Di klub fisika itu saya menantang diri saya sendiri: seberapa jauh saya mampu berjuang di bidang ini, bidang yang sering dihindari oleh para cewek.
Saat itu juga saya agak bereksperimen sih: kalau saya belajar lebih rajin, lebih tekun, hasilnya bakal gimana ya? Kondisi awal saya pas itu, saya anggota cadangan buat suatu lomba (karena satu dan lain hal saya tetep ikut lomba juga). Kondisi akhir yang ingin saya capai dari eksperimen saya tadi: bisa berada di (minimal) peringkat 2 di klub fisika dari 5 orang yang ikut lomba (yang saya sebut kalimat sebelum ini). Eksperimen saya akhirnya berhasil. Yah, meskipun belum sampai dapat medali, tapi saya jadi punya keyakinan kalau usaha keras tidak akan berkhianat :)
I just started learning adobe after effect today and this is my first 734KB-video i made with after effect hahaha. No sound, no story. In this experiment, i tried to make the things move, tried some tools, searched on the web how to save it into .mp4 format, lalalala~
And yes, there is no message in the video except, maybe, "finally, it works!" :D
Hari ini ternyata cukup produktif. Ga sengaja juga produktifnya. Berawal dari tugas operating system (OS) yang kata kakak asistennya kalau dihias, nilainya makin bagus. Jadilah saya di-assign sama temen sekelompok saya buat ngerjain layout. Seneng dong pastinya~ Tapi ternyata konten yang harus di-layout kali ini agak berbeda karena bukan majalah, tapi tutorial cara bikin OS.
Awalnya sempet bingung juga, gimana caranya biar kontennya terlihat menarik tapi jelas dibaca juga? Saya ga bisa main-main di ukuran gambar, soalnya gambarnya screenshot semua :") belum lagi code program yang banyak banget dan harus ada di dokumen (akhirnya saya jadiin lampiran aja kode-kode programnya, susah juga kalau mesti di-layout) yaudah ya, yang penting ada code-nya~ Terus berhubung materinya rada nyeremin (Sistem operasi gitu..), jadinya saya harus membuat kesan sebaliknya, yang mana saya munculkan di warna-warna yang saya pakai: kuning, biru muda, oranye, abu terang, dan semacamnya.
Si Brown ga termasuk dalam cover ya~
Kapan lagi coba ada bacaan tentang OS secerah ini covernya :p
Pas bikinnya juga agak dikejar waktu. Deadline buat ngumpulinnya jam 2 siang, tapi saya janji makan ramen sama adik saya yang lagi jadwal keluar asrama. Jadinya, mau ga mau saya udah harus selesein sebelum jam 1 siang.
Begini saja~
Itu garis hitam ditengah buat pembatas halaman, muncul di adobe reader
Alhamdulillah selesai juga dokumennya. Setelahnya saya langsung siap-siap buat ketemu adik saya, terus kita pesen macem-macem-ga-pake-mikir *gapapa lah ya sekalian refreshing. hiks*
Kesimpulan saya tentang minggu ini: cepet banget! rasanya baru kemarin hari minggu, terus udah hari minggu lagi, terus besok kuliah lagi.............
Terus sekarang saya malah meratapi "apa aja yang saya lakukan minggu ini sampe kerasa cepet banget?" Ibaratnya kalau di jalan tol, minggu ini lagi pakai kecepatan tinggi.
pengen me-time...
pengen renaaang (soalnya kalau renang jadi ga kepikiran macem-macem)
#malahcurhat
Okay. Sekian dulu tulisan kali ini (yang dibuat karena butuh rehat dari hustle bustle minggu ini :3 )
Balik ke rumah. Nonton Interstellar. Makan bebek bakar, makan makanan rumah. Pergi ke toko buku (karena bulan baru). Hibernasi di rumah.
Hari Sabtu, pergi ke acara IYC 2014 di Thamrin. Acaranya seminar-seminar. Saya pilih 2 seminar dengan tema (1) Pendidikan, (2) Kreativitas, Inovasi, & Riset. Ternyata seminarnya keren-keren dan jadi dapet banyak pelajaran. Ini beberapa poin yang saya catat dari seminar waktu itu:
Intelektualitas ga bisa dibeli. Intelektualitas membuat kita setara dengan bangsa-bangsa lain.
Study is to satisfy your soul.
Sukses besar ga dibuat dengan cara instan, tapi dari sukses-sukses kecil, dari sukses-sukses harian.
Di Jerman, sekolah gratis sampai jenjang kuliah. Kalau ada murid yang ga masuk selama 3 hari tanpa alasan, nanti dicari sama pemerintah dan bisa mendapat hukuman. Sekolah gratis karena memberi pendidikan merupakan kewajiban negara yaitu memenuhi kebutuhan mendasar bagi warganya.
Vertraun ist Gut, Kontrole ist Besser (Percaya itu baik, tapi kontrol itu lebih baik)
Sebanyak 75% sekolah di Indonesia belum mencapai standar minimal
The greater your challenge, the greater you are
Rejection is a great platform for your success
Passion harus ditambah dengan belajar kalau ga nanti ga kekontrol
Hari Minggu, balik ke Bandung. Hari itu Bandung lagi macet-macetnya! Untungnya, pas nunggu saya malah dapat temen dan jadi ngobrol-ngobrol :D
Sampai kosan sekitar jam 9.30 malam, terus masih punya PR bikin analisis dalam bentuk dokumen yang mana belum saya kerjain sama sekali. Terus saya tertidur dan kebangun sekitar jam 3 terus ya langsung ngerjain soalnya harus dikumpul sebelum jam 5 pagi.
Senin-Selasa-Rabu
Tiga hari ini ga kerasa bedanya, kegiatannya cenderung sama: menyiapkan presentasi AKE. Agak beda waktu hari Selasa, pas itu tiba-tiba galau tentang kerja praktek (KP) soalnya temen-temen pada mulai nanyain mau KP di mana? terus saya jawabnya "Pengennya ga dibidang analis, pengen di bidang yang ada desainnya, mungkin media atau UX design" Kendalanya adalah di Indonesia masih jarang perusahaan yang bergerak di bidang UX design, kelihatan beda jumlahnya sama di UK, SG. Dan entah kenapa, pas banget hari itu Fitri telepon dari Jogja, kami cerita-cerita hampir sejam. Topiknya yaa ga jauh-jauh dari kuliah yang lagi dijalanin. Mungkin karena kuliahnya mirip, galaunya mirip, jadi bisa tau rasanya gimana dan saling menyemangati hehe :")
Oia, karena bikin presentasi AKE, saya jadi bereksperimen lagi sama power point, biasanya kan cuma dihias seadanya haha. Presentasi AKE saya gabungin sekitar jam 3 pagi, terus menuju jam 5 pagi, udah dikirim ke asisten. Agak mendekati deadline sih, tapi pressure-nya ga tinggi-tinggi amat, soalnya tinggal dikit yang harus dikerjain. Tapi habis subuh malah agak ga enak badan, makannya tidur lagi dan skip kelas pertama. Pas kelas kedua diusahain masuk, terus tenggorokannya udah ga enak aja (tanda-tanda mau radang) dan sempet pusing di kelas. Alhasil, malam hari Rabu itu saya tidur jauh lebih cepat ._.
Kamis
Kamis pagi. Bangun jam 3 pagi hari dan Alhamdulillah udah lumayan segar, meskipun tenggorokannya masih ga enak (ternyata karena lagi musim pancaroba, tiap sore hujan terus beberapa hari ini :) ) Pas jam 3 itu saya malah buka FB dan mendapat kabar gembira dari grup kelas: kelas pertama ditiadakan! Langsung lah merancang enaknya pagi itu dipakai buat apa ya? Terus saya keinget kalau hari Kamis itu jadwalnya Ladies Day di kolam renang (tiba-tiba jadi semangat sama hari itu). Ajaibnya lagi adalah habis subuh saya malah keasikan nyoba-nyoba bikin gif di photoshop sampai jam 6.30. Benar-benar tidak direncanakan sebelumnya dan malah jadi produktif. Saya jadi menduga begini: apa kalau ga ada kuliah saya malah jadi lebih produktif? hehehe :3
Sudah hampir dua minggu saya berkuliah di semester 5. Kalau S1 itu bisa selesai dalam 4 tahun, berarti saya udah setengah jalan..
Sudah di semester 5 dan saya masih bertanya-tanya "Mau jadi apa? Mau ngapain dengan ilmu di program studi ini?"
Barusan saya blogwalking ke blog teman-teman, salah satunya blognya Fitri, terus nemu kutipan ini di postingan berjudul "Ibu Rumah Tangga, PhD"
"Anak saya suatu ketika pernah bertanya, 'Pa, aku boleh nggak jadi ibu rumah tangga?'
Saya jawab, 'Boleh, Nak. Tapi kamu harus sekolah setinggi-tingginya.'
Mengapa demikian? Istri saya, dia dosen dan sudah kuliah sampai S3.
Kalau untuk mengajar orang lain saja S3, logikanya, masa untuk mengajar anak sendiri tidak dengan kualitas pendidikan tinggi?
Logika saya masuk, tidak?"
- Pak Arief Munandar, suatu ketika saat NLC2014
Makasih banget Fit buat kutipannya, jadi termotivasi lagi :D
Yah, meskipun saya masih bingung mencari jawaban pertanyaan-pertanyaan tadi. Kadang juga muncul jawaban berupa keinginan-keinginan; pengen jadi profesi ini, pengen jadi itu, dsb. Intinya sih pengen jadi ahli atau expert di suatu bidang yang menarik (buat saya). Nah jadi, kalau saya belum nemu suatu profesi buat ngejawab pertanyaan saya, mungkin standard (minimal) jawaban saya akan sama dengan judul postingannya Fitri "Ibu Rumah Tangga, Ph.D." terus ditambah sama gelar hasil sertifikasi-sertifikasi gitu biar nama saya makin susah disebut. *peta hidup minta direvisi banget*
Sedikit cerita tentang kuliah semester 5 yang sedang saya jalani. Biasa aja sebenernya, kegiatan saya ga jauh beda dari semester lalu. Saya ambil 20 SKS, alasannya sederhana: saya ga gitu tertarik dengan kuliah lain dan buat matkul-matkul wajib tingkat 4, saya biarkan di tingkat 4. Alasan lainnya ya pengen menyeimbangkan hidup: kehidupan di kampus dan kehidupan yang saya mau, versi saya, hahaha muncul deh sifat "My Way"-nya orang-orang B. Kalau saya pribadi, saya ga merasa harus habisin sks cepet-cepet (InsyaAllah semua masih sesuai dengan timeline saya), yang penting saya senang dengan kegiatan belajar yang saya lakukan dan ga merasa terbebani hanya karena jadwal atau karena harus ikutan teman. Hal yang lebih menyenangkan dari semester ini adalah hari Jumat-nya libur jadi saya bisa me-time di hari itu hehe :D
Karena belajar itu menyenangkan,
Karena belajar itu ga cuma di kuliah~
Yup, kali ini saya pengen ngebahas tentang "Pecah Telor". Saya ga tau sih sebenernya istilah ini asal muasalnya gimana, tapi menurut KBBI artinya berhasil untuk pertama kalinya mendapat angka (spt dl permainan bulu tangkis, tenis meja). Dan entah kenapa di lingkungan pertemanan saya, istilah ini cenderung merujuk kepada pemecah rekor nikah (siapa yang berhasil nikah pertama maksudnya). Jadi kali ini saya bahasnya ke pecah rekor nikah ya, biar hits (kan sekarang lagi ngetrend bahas munakahat).
Contoh penggunaan pecah telor yang diambil dari percakapan di sebuah grup angkatan
X : region A udah ada yang nikah, region C udah ada juga. region B kapaaan?
Y : Nikah sana Z, biar region kita pecah telor *biasanya chat-nya si Y bakalan di copas chat berkali sama yang lain, biar timbul kesan menggema. Copasnya juga ga nanggung-nanggung, ga cuma di grup region aja, tapi di grup pusat juga*
Yang tabah ya, Z hehe. Pernah juga kejadian chat kaya gini
X : LANGSUNG DAH PECAH TELOR!!
Y : lah udah sering kali pecah telor
Y : literally....
X : mecahin telor :v
Pagi-pagi saya kuliah audit, dosennya ngasih contoh auditor dan perannnya dalam membantu seseorang mencari jodoh. Misalnya ada seorang wanita (W) dan pria (P) yang sama-sama sedang mencari jodoh. Baik W dan P tidak hanya ingin mengetahui yang bagus-bagusnya aja, tapi juga kekurangan-kekurangan yang kadang ga ditampilkan oleh pasangan. Terus dosen saya ngasih contoh kalau mereka bisa sewa jasa auditor buat mengecek hal-hal yang ingin diketahui. Katanya "Harusnya jangan cuma ada biro jodoh aja, sekalian adain jasa auditor jodoh.." Saya cuma bisa ketawa deh haha
Pas siang, kelas RPL atau Rekayasa Perangkat Lunak. Dari namanya kayanya serem gitu, tapi ternyata si ibu dosennya seneng cerita deh hari ini. Terus sang ibu dosen bilang "Bikin perangkatan lunak perlu perencanaan, perlu desain, kalian juga tuh, perlu didesain hidupnya mau kaya gimana. Waktu itu saya punya teman yang udah punya pacar, terus saya iseng aja tanya 'mau punya anak berapa' ga sampe seperempat detik dia udah jawab 'mau punya 3 anak'. Kalian juga harusnya udah punya desain hidup kalian dong..." ga sia-sia emang duduk di baris pertama #eh Terus ada lagi, masih dari kuliah RPL juga. Ada istilah KISS yang merupakan akronim dari "Keep It Simple, Stupid!" Nah untuk tau apa itu definisi dari KISS yang dimaksud, saya mengutip dari halaman Technopedia
The "keep it simple stupid" (KISS) principle is a design rule that states that systems perform best when they have simple designs rather than complex ones. KISS is not meant to imply stupidity. On the contrary, it is usually associated with intelligent systems that may be misconstrued as stupid because of their simplistic design. The KISS Principle hinders and/or prevents creeping featurism, system failover and other IT issues. KISS is also an acronym for "keep it short and simple" and "keep it simple and straighforward".
Subhanallah sekali lah kuliah hari ini :") Sekian dulu tulisan kali ini, masih harus mengejar desain lainnya nih ahaha
catatan: saya nulis ini bukan karena saya mau buru-buru buat mengamalkan pelajaran fiqih bab munakahat ya, cuma sekedar menyesuaikan dengan trend obrolan anak jaman sekarang :p